Bupati Siak Afni Minta Anggaran MTQ Kandis Prioritaskan Bonus dan Pendidikan Kafilah
Bupati Siak Afni mengingatkan panitia MTQ Kecamatan Kandis agar tidak mengutamakan kemegahan astaka dan mengalihkan anggaran untuk bonus serta pendidikan peserta berprestasi.

RINGKASAN BERITA:
- Bupati Siak Afni meminta anggaran pembangunan astaka dan asrama yang berlebihan dialihkan untuk bonus serta pendidikan kafilah berprestasi.
- Afni menekankan bahwa kemegahan panggung tidak menentukan nilai dan penghormatan terhadap Al-Qur’an.
- Ia juga mengingatkan pejabat agar menghargai masyarakat dengan memulai kegiatan tepat waktu.
RIAUCERDAS, SIAK – Pemanfaatan anggaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) diminta lebih berorientasi pada pembinaan dan penghargaan terhadap peserta daripada kemegahan acara.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Siak Afni saat membuka MTQ tingkat Kecamatan Kandis di Lapangan Bola Kaki Pondok II Palapa, Kampung Bekalar, Jumat (30/10/2026).
Afni secara khusus mengingatkan panitia agar tidak menghabiskan anggaran untuk membangun astaka yang megah. Menurutnya, dana yang tersedia akan lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk memberikan bonus kepada kafilah berprestasi serta mendukung pendidikan mereka.
“Mulai sekarang jangan lagi kita bagun astaka yang megah-megah. Tidak ada hubungannya astaka megah dengan alquran, lebih baik uang yang tersedot untuk astaka dan asrama dialihkan untuk khafilah sebagai bonus peserta berprestasi serta pendidikannya,” terangnya.
Ia menilai penyelenggaraan MTQ seharusnya lebih menitikberatkan pada penghormatan terhadap Al-Qur’an dan pemberian perhatian kepada para peserta yang telah berupaya mengembangkan kemampuan membaca serta memahami kitab suci tersebut.
Dalam kesempatan itu, Afni juga menyoroti pentingnya sikap pejabat dalam menghargai masyarakat. Ia mencontohkan ketepatan waktu sebagai bentuk penghormatan sederhana yang perlu diterapkan dalam setiap kegiatan pemerintahan.
“Kita sebagai pejabat dan pelayanan masyarakat kalau ingin dihormati dan diharga masyarakat, kita harus terlebih dahulu menghargai masyarakat contohnya diberbagai acara jangan masyarakat yang menunggu kita baru acara dimulai, itu contoh hal kecil saja” paparnya.
“Sebagai seorang pejabat dan pelayan masyarakat untuk mendapatkan kemuliaan dan dihormati masyarakat tentu lahir dari diri kita masing-masing contohnya dengan memulai kegiatan tepat waktu, jangan masyarakat berlama menunggu kita, ” sambung Afni.
Pembukaan MTQ Kecamatan Kandis tersebut berlangsung setelah Afni menempuh perjalanan menuju lokasi acara. Ia mengaku sempat tersesat karena datang tanpa menggunakan pengawalan patwal.
Meski demikian, ia akhirnya tiba di lokasi dan membuka kegiatan yang turut dihadiri masyarakat setempat.”Alhamdulillah hari ini saya bisa membuka MTQ Kecamatan Kandis walaupun tadi sempat tersesat karena memang saya tidak memakai patwal,” terang Afni.
Selain membuka perhelatan keagamaan tersebut, Afni menyampaikan bahwa kunjungannya juga dimanfaatkan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyerap persoalan yang dihadapi warga.
Ia mengingatkan bahwa seorang pemimpin perlu menggunakan perhatian dan kepekaannya untuk mengetahui kondisi masyarakat.
“Saya hadir di sini, selain silaturahmi dengan bapak/ibu semua ingin melihat dan mendengar kesulitan di tengah masyarakat,” paparnya.
MTQ tingkat Kecamatan Kandis menjadi ruang bagi masyarakat dan para kafilah untuk mengikuti kegiatan keagamaan sekaligus menunjukkan kemampuan dalam bidang tilawah Al-Qur’an.
Melalui penyelenggaraan tersebut, Afni berharap perhatian terhadap peserta dan pembinaan mereka menjadi prioritas, sehingga manfaat kegiatan tidak hanya terlihat selama acara berlangsung, tetapi juga berlanjut pada peningkatan pendidikan dan prestasi kafilah. (*)
