Tolak Keramaian Tanpa Makna, SF Hariyanto Minta Peringatan HKN Riau Fokus Layani Warga Miskin
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menginstruksikan panitia HKN 2026 mengarahkan program pada bakti sosial dan pengobatan gratis yang berdampak langsung bagi warga.

RINGKASAN BERITA:
- Plt Gubernur Riau SF Hariyanto melarang perayaan HKN sekadar menjadi ajang keramaian seremonial dan menuntut adanya bakti sosial serta pelayanan medis langsung.
- Peringatan HKN 2026 di Riau dirancang dengan menggaet institusi perguruan tinggi, penyedia layanan kesehatan privat, hingga jaringan apotek.
- Panitia menyiapkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta seminar edukasi yang mengulas potensi medical tourism daerah.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menuntut penyelenggaraan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2026 tidak hanya dikemas dalam bentuk keramaian seremonial belaka.
Panitia diminta mengarahkan fokus kegiatan pada aksi bakti sosial dan pemenuhan layanan medis primer yang kemanfaatannya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat membutuhkan.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat menerima audiensi Panitia HKN Tahun 2026 di Ruang Rapat Gubernur Provinsi Riau pada Kamis (5/11/2026).
“Semua pihak harus ikut mengambil bagian dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Karena itu, kegiatan HKN harus dirancang agar tidak hanya ramai dilaksanakan, tetapi juga memberikan manfaat yang bisa dirasakan langsung,” kata dia.
SF Hariyanto menggarisbawahi pentingnya merangkul perguruan tinggi, dunia usaha, jaringan apotek, hingga fasilitas kesehatan swasta demi memperluas daya jangkau pelayanan bagi warga miskin.
“Kalau bisa, kegiatan HKN juga diisi dengan bakti sosial, pelayanan kesehatan, dan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kita ingin semua pihak hadir dan bersama-sama memberikan kontribusi nyata,” ujar SF Hariyanto.
Menanggapi arahan pimpinan daerah, Ketua Panitia HKN Tahun 2026, Ibrahim Alimin, mengonfirmasi bahwa perhelatan tahun ini diformulasikan dengan melibatkan jajaran kemitraan luas di luar birokrasi pemerintahan.
Sesuai rancangan, agenda HKN dipilah ke dalam empat pilar utama, meliputi aktivitas fisik, rangkaian seremoni dan apresiasi, wahana transfer pengetahuan, hingga malam keakraban.
Paket kegiatan akan diisi dengan pertandingan olahraga, senam massal, pameran kesehatan, penganugerahan tenaga medis, serta pemeriksaan kesehatan.
“Kami melibatkan banyak pihak karena kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui tema Sehat untuk Semua, Sehat Bersama Berkolaborasi, kami ingin mengajak seluruh sektor berperan dalam membangun masyarakat yang lebih sehat,” kata dia.
Ibrahim menambahkan bahwa panitia juga menyiagakan fasilitas Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mendorong kesadaran deteksi dini warga, di samping menyelenggarakan seminar edukasi yang mengulas prospek wisata medis (medical tourism).
Sinergitas lintas sektor yang terbangun sepanjang peringatan HKN ini diharapkan tidak berakhir seiring selesainya seremoni tahunan, melainkan menjadi pijakan kerja sama yang berkelanjutan dalam menaikkan derajat kesehatan di Provinsi Riau.
“Harapannya, kolaborasi ini tidak berhenti pada peringatan HKN saja, tetapi dapat terus berlanjut dalam kegiatan-kegiatan kesehatan berikutnya. Dengan begitu, semangat membangun kesehatan bersama dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tandasnya. (*)
