Anggaran Terbatas, PUPR Rohul Tetap Rawat Jalan Perkotaan dan Desa
Dinas PUPR Rohul terus memelihara sejumlah ruas jalan perkotaan dan pedesaan meski menghadapi keterbatasan anggaran. Pemeliharaan diprioritaskan untuk menjaga kelancaran mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian serta perkebunan.

- PUPR Rohul telah memelihara sejumlah ruas jalan di Pasir Pengaraian, Ujung Batu, Kabun, Rokan IV, Kepenuhan dan wilayah lainnya.
- Jalan pedesaan tetap mendapat pemeliharaan untuk mendukung mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
- Keterbatasan anggaran diatasi dengan memaksimalkan sisa aspal dan pekerjaan melalui swakelola.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terus melakukan pemeliharaan sejumlah ruas jalan, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.
Kepala Dinas PUPR Rohul Zulfikri ST mengatakan, pemeliharaan dilakukan pada sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan untuk mendukung mobilitas masyarakat.
“Kita sudah memelihara beberapa ruas jalan,” terangKepala Dinas PUPR Rohul, Zulfikri ST, Minggu (20/9/2026).
Sejumlah ruas jalan perkotaan yang telah mendapat pemeliharaan berada di Pasir Pengaraian, Ujung Batu, Kabun, Rokan IV, Kepenuhan dan sejumlah wilayah lainnya.
Pemeliharaan juga dilakukan pada sejumlah ruas jalan desa. Meski tidak seluruhnya berupa jalan beraspal, penanganan tetap dilakukan untuk memastikan akses transportasi masyarakat tetap berjalan.
Menurut Zulfikri, ruas jalan perkotaan memang memiliki panjang yang tidak terlalu besar. Namun, keberadaannya penting untuk mendukung kelancaran aktivitas dan transportasi masyarakat.
Sementara untuk jalan pedesaan, pemeliharaan diarahkan pada kondisi jalan yang menjadi akses utama warga, termasuk dalam mendukung mobilitas hasil pertanian dan perkebunan.
“Memang bukan aspal yang pedesaan. Tapi ini demi kelancaran transportasi desa. Itu yang kami utamakan,” tutur Zulfikri.
Dia menyebut sejauh ini tidak ada keluhan masyarakat terkait distribusi hasil pertanian maupun perkebunan menuju sentra ekonomi.
“Sampai saat ini belum ada komplain dari masyarakat yang membawa hasil pertanian, perkebunan ke sentra ekonomi. Berjalan lancar,” ungkap dia.
Di sisi lain, Zulfikri mengakui keterbatasan kondisi keuangan daerah turut memengaruhi besaran anggaran yang tersedia untuk pemeliharaan jalan.
Meski demikian, Dinas PUPR Rohul berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada agar pekerjaan pemeliharaan tetap dapat dilakukan.
Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan sisa aspal sehingga tidak terbuang percuma. Selain itu, pemeliharaan sejumlah jalan juga dilaksanakan melalui mekanisme swakelola.
“Kalau di tender, bisa besar biayanya. Itulah upaya kita memaksimalkan yang ada,” tandasnya. (adv)
