Bupati Rohul Ingatkan Proyek Gedung DPRD: Kejar Target, Jangan Korbankan Kualitas
Bupati Rohul Anton ST, MM meminta pembangunan tahap III Gedung DPRD Rohul dikebut sesuai target tanpa mengorbankan kualitas. Proyek senilai Rp8,5 miliar tersebut kini mencapai progres 37,5 persen dan fokus melengkapi sarana utilitas seperti listrik, AC, air bersih serta sistem keamanan kebakaran.

- Bupati Anton meminta percepatan pembangunan Gedung DPRD Rohul tetap mengutamakan kualitas pekerjaan.
- Progres tahap III telah mencapai 37,5 persen dengan nilai kontrak sekitar Rp8,5 miliar.
- Tahap III melengkapi utilitas gedung yang sebelumnya belum tersedia, dengan harapan gedung dapat difungsikan pada 2027.
RIAUCERDAS, PASIR PENGARAIAN – Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton ST, MM mengingatkan pelaksana pembangunan Gedung DPRD Rohul tahap III agar mengejar target pekerjaan tanpa mengabaikan kualitas.
Pesan tersebut disampaikan Anton saat meninjau langsung progres pembangunan gedung DPRD Rohul, Senin (21/9/2026).
“Kejar target tapi jangan korbankan kualitas,” tutur Bupati Anton.
Dalam peninjauan tersebut, Anton didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Rohul Desmadiana, Sekretaris Dinas Perkim Nelson, S.T., Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sridayuli, S.T., PPTK serta pihak pelaksana kegiatan.
Pembangunan tahap III Gedung DPRD Rohul dikerjakan dengan nilai kontrak Rp8.500.413.821. Proyek tersebut dilaksanakan CV Rizki Mandiri berdasarkan kontrak Nomor 600.1.15.2/DPKP-CK/KONT/11 tertanggal 2 Juli 2026.
Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 160 hari kalender dengan sumber anggaran berasal dari APBD Rohul.
Hingga peninjauan dilakukan, progres pembangunan telah mencapai 37,5 persen dan pekerjaan sudah memasuki bulan ketiga.
Adapun pekerjaan tahap III mencakup sejumlah sarana utilitas gedung, di antaranya mekanikal elektrikal dan plumbing, instalasi listrik, pendingin ruangan atau AC, sistem pemadaman kebakaran serta penampungan air.
Kabid Cipta Karya Perkim Rohul Taufik Hidayat sebelumnya menjelaskan, pekerjaan tahap III diarahkan untuk melengkapi sarana utilitas yang belum tersedia pada gedung tersebut.
Sarana yang dikerjakan meliputi kelistrikan gedung, pendingin ruangan, jaringan air bersih hingga perlengkapan keamanan terhadap kebakaran.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Gedung DPRD Rohul yang secara fisik terlihat telah berdiri belum dapat difungsikan.
“Kenapa belum difungsikan pada saat itu? Anggaran hanya untuk bangunan saja. AC, listrik belum. Air bersih, keamanan dari kebakaran juga belum. Itulah yang dikerjakan tahun ini,” terang dia.
Taufik menjelaskan, pembangunan gedung baru DPRD Rohul telah dimulai sejak 2012. Pada tahap awal, pekerjaan baru mencakup struktur bangunan yang terdiri dari tiga struktur.
Selanjutnya, pada 2024, Pemkab Rohul melanjutkan pembangunan untuk mengamankan struktur yang telah tersedia hingga menjadi tiga bangunan utuh.
“Sehingga jadi bangunan yang utuh. Ada 3 bangunan,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan pembangunan 2024, terdapat sejumlah kendala sehingga dilakukan perpanjangan waktu pekerjaan.
Menurut Taufik, Dinas Perkim Rohul juga terus meminta pendampingan dari lembaga terkait. Pemeriksaan terhadap pembangunan telah dilakukan Inspektorat, BPKP, BPK dan lembaga audit independen.
“Alhamdulillah hasilnya memenuhi persyaratan apa yang dikontrak, itu yang dikerjakan. Memang ada temuan lainnya, keterlambatan. Sudah ada denda. Sudah dipotong langsung saat kami lakukan pembayaran. Kami juga takut ada temuan,” ujar Taufik.
Ia menambahkan, volume pekerjaan bangunan juga telah melalui proses audit. Sejumlah temuan yang muncul disebut telah ditindaklanjuti oleh Dinas Perkim Rohul.
Taufik berharap seluruh pekerjaan tahap III dapat diselesaikan sehingga Gedung DPRD Rohul bisa segera dimanfaatkan pada 2027 mendatang. (adv)
