Menag Buka Peluang Santri Super League Libatkan Madrasah dan PTKN

Menteri Agama Nasaruddin Umar mendukung Santri Super League 2026 dan membuka peluang agar kompetisi sepak bola mini tersebut ke depan turut melibatkan siswa madrasah serta mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri.

Ilustrasi Santri Super League 2026. (Sumber: Kemenag)
  • Menag Nasaruddin Umar mendukung pelaksanaan Santri Super League 2026.
  • KSMI mendapat gagasan untuk menjajaki keterlibatan siswa madrasah dan mahasiswa PTKN.
  • Kompetisi 2026 diikuti peserta dari delapan provinsi dan diproyeksikan berkembang menjadi Liga Santri dengan cakupan sekitar 30 provinsi.

RIAUCERDAS, JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membuka peluang perluasan peserta Santri Super League dengan melibatkan satuan pendidikan lain di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

Selain santri pesantren, siswa madrasah dan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dinilai dapat dijajaki untuk mengikuti kompetisi sepak bola mini tersebut.

Gagasan itu disampaikan Nasaruddin saat menerima audiensi jajaran Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Santri Super League 2026 yang diproyeksikan menjadi langkah awal menuju Liga Santri.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini,” ujar Nasaruddin.

Dia mengatakan, lingkungan pendidikan yang berada di bawah Kemenag memiliki cakupan yang lebih luas dibanding pesantren.

Karena itu, KSMI dapat mempertimbangkan keterlibatan madrasah negeri dari tingkat dasar hingga menengah serta perguruan tinggi keagamaan negeri.

“Kenapa hanya santri? Kemenag juga mempunyai madrasah negeri, mulai dari MIN, MTsN, hingga MAN, serta perguruan tinggi negeri. Mungkin ini bisa dijajaki,” tutur Menag.

Usulan tersebut menjadi salah satu opsi pengembangan kompetisi pada penyelenggaraan berikutnya.

Namun, keterlibatan siswa madrasah dan mahasiswa PTKN masih berupa gagasan yang perlu dibahas lebih lanjut oleh KSMI dan pihak terkait.

Sementara itu, Ketua Umum KSMI Yan Mulia Abidin menyampaikan Santri Super League 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Oktober 2026 di Universitas Indonesia, Depok.

Kompetisi tersebut dirancang sebagai cikal bakal Liga Santri yang diharapkan dapat digelar pada tahun berikutnya.

Untuk penyelenggaraan perdana, KSMI menyiapkan peserta dari delapan provinsi.“Pak Menteri Agama merespons rencana ini dengan luar biasa. Kami senang bisa berkolaborasi ke depan. Insyaallah, Pak Menteri juga akan hadir untuk membuka acara,” terang Yan.

Dia menjelaskan, santri menjadi peserta awal karena KSMI melihat adanya potensi di bidang olahraga sekaligus ikatan persaudaraan yang kuat di kalangan santri.

Melalui kompetisi tersebut, para peserta diharapkan memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperluas pertemanan.

KSMI juga menargetkan cakupan peserta yang lebih luas ketika Liga Santri digelar tahun depan.

Dari delapan provinsi pada kompetisi 2026, jumlah peserta diharapkan dapat berkembang hingga sekitar 30 provinsi.

KSMI sendiri merupakan organisasi yang menaungi komunitas sepak bola mini di seluruh Indonesia. (*)

Share to: