Bupati Rohul Minta MTQ Kecamatan Jadi Ajang Seleksi Kafilah MTQ Riau 2026
Bupati Rokan Hulu Anton ST, MM meminta MTQ tingkat kecamatan menjadi sarana seleksi dan pembinaan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik untuk dipersiapkan menghadapi MTQ Riau 2026. Rohul akan menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi tersebut.

- MTQ tingkat kecamatan diminta menjadi wadah menemukan peserta terbaik untuk kafilah Rohul pada MTQ Riau 2026.
- Bupati Anton menekankan pentingnya seleksi berdasarkan kemampuan sebenarnya dan pembinaan sejak tingkat kecamatan.
- Sebanyak 121 peserta dari 13 desa mengikuti MTQ X tingkat Kecamatan Rambah Hilir.
RIAUCERDAS, PASIRPENGARAIAN – Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton ST, MM meminta pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi wadah untuk menemukan dan membina qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik.
Peserta terbaik dari tingkat kecamatan diharapkan dapat menjadi bagian dari kafilah Kabupaten Rohul pada MTQ Riau 2026. Rohul sendiri akan menjadi tuan rumah ajang tingkat provinsi tersebut.
Pesan itu disampaikan Bupati Anton saat membuka MTQ X Tingkat Kecamatan Rambah Hilir 2026 di Desa Rambah Hilir Timur, Kecamatan Rambah Hilir, Kamis (24/9/2026).
“Saya berharap dari MTQ tingkat kecamatan ini akan lahir qari, qariah, hafiz dan hafizah terbaik,” kata Bupati Anton.
Menurut Anton, proses pembinaan dan seleksi harus dilakukan secara baik sejak tingkat kecamatan. Peserta yang terpilih harus benar-benar berdasarkan kemampuan, sehingga dapat mengikuti pembinaan secara berkelanjutan.
“Hal ini sangat penting, karena Kabupaten Rokan Hulu akan menjadi tuan rumah MTQ Riau tahun depan,” kata Bupati Anton.
Di sisi lain, Anton mengingatkan agar MTQ tidak hanya dipandang sebagai perlombaan untuk menentukan peserta terbaik dalam membaca, menghafal, maupun memahami Al-Qur’an.
Menurutnya, MTQ memiliki peran lebih luas dalam membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an sekaligus memiliki akhlak yang baik.
Karena itu, ia berharap semangat membaca dan mempelajari Al-Qur’an yang muncul selama MTQ dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai. Nilai-nilai Al-Qur’an, kata dia, perlu diterapkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
” Jangan hanya meriah ketika dilaksanakan, tetapi semangat membaca, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an harus terus hidup di tengah keluarga dan masyarakat kita,” katanya.
Bupati Anton juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti setiap rangkaian perlombaan dengan penuh semangat dan keikhlasan. Menurutnya, MTQ dapat menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman, sekaligus mempererat silaturahmi.
Ia turut mengingatkan peserta yang meraih juara agar tidak berhenti belajar. Sementara peserta yang belum memperoleh hasil terbaik diminta tetap bersemangat dan tidak berkecil hati.
“Bagi yang nantinya memperoleh juara, jangan menjadikan kemenangan sebagai alasan untuk berhenti belajar. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Karena pada hakikatnya, kehadiran dan perjuangan saudara-saudara semua dalam mempelajari Al-Qur’an sudah merupakan sebuah kebaikan dan kemuliaan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Rambah Hilir Mahadi mengatakan MTQ X tingkat Kecamatan Rambah Hilir tahun ini diikuti 121 peserta dari 13 desa.
