Dua Mahasiswa FK Unri Raih Penghargaan Indonesian Jamu Ambassador 2026
Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau meraih prestasi di Indonesian Jamu Ambassador 2026. Muhammad Kabir Ikhsan menjadi Runner Up 1 dan Dysha Assifa Utari masuk Top 10 finalis.

RINGKASAN BERITA:
- Muhammad Kabir Ikhsan meraih posisi Runner Up 1 Indonesian Jamu Ambassador 2026.
- Dysha Assifa Utari berhasil menembus jajaran Top 10 finalis dalam kompetisi yang sama.
- Ajang ini diikuti 198 pendaftar dari berbagai daerah dan mengangkat pengembangan jamu sebagai bagian dari industri kesehatan berkelanjutan.
RIAUCERDAS, PEKANBARU – Dua mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Pemilihan Indonesian Jamu Ambassador 2026.
Capaian tersebut sekaligus membawa mahasiswa Unri mengambil bagian dalam upaya memperkenalkan dan mengembangkan jamu sebagai warisan budaya kesehatan Indonesia.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Muhammad Kabir Ikhsan yang meraih posisi Runner Up 1 dan Dysha Assifa Utari yang berhasil masuk dalam Top 10 finalis.
Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian The 2nd Jamu International Conference and Expo (JICE) 2026.
Pemilihan Indonesian Jamu Ambassador 2026 diselenggarakan oleh Dewan Jamu Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa dan pemimpin muda untuk terlibat dalam promosi, pengenalan, serta pengembangan jamu sebagai kekayaan budaya sekaligus potensi industri kesehatan nasional.
Persaingan tahun ini diikuti 198 pendaftar dari berbagai daerah. Setelah melewati tahapan seleksi, sebanyak 48 peserta terpilih untuk melanjutkan kompetisi sebagai finalis.
Para peserta mendapat kesempatan menunjukkan pengetahuan, kreativitas, keterampilan komunikasi, serta komitmen dalam mendorong pengembangan jamu di kalangan generasi muda.
Kompetisi tersebut mengusung tema “Jamu as a Creative Wellness and Health Industry: Driving Sustainable Well-Being through Cultural Innovation, Green Economy, and Global Partnerships.”
Tema itu menekankan bahwa jamu tidak hanya memiliki nilai sebagai warisan budaya, tetapi juga berpeluang dikembangkan menjadi bagian dari industri kesehatan dan kebugaran kreatif. Pengembangannya diarahkan melalui inovasi budaya, ekonomi hijau, prinsip keberlanjutan, dan kemitraan global.
Rektor Unri Prof Dr Sri Indarti SE MSi turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian kedua mahasiswa FK Unri tersebut. Ia menilai prestasi itu memperlihatkan potensi mahasiswa dalam berkompetisi sekaligus kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Kami tentunya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Muhammad Kabir Ikhsan yang berhasil meraih Runner Up 1 serta Dysha Assifa Utari yang masuk dalam Top 10 Indonesian Jamu Ambassador 2026. Capaian ini merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Unri mampu berkompetisi, berinovasi, dan memberikan kontribusi dalam mengangkat potensi serta kekayaan budaya Indonesia,” kata Prof Sri.
Rektor juga menyoroti peluang pengembangan jamu melalui pendekatan ilmiah dan inovasi. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dibutuhkan agar warisan budaya tersebut semakin dikenal, termasuk di tingkat internasional.
Jamu merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui pendekatan ilmiah, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.
“Kami berharap generasi muda, termasuk mahasiswa Unri, dapat mengambil peran strategis dalam memperkenalkan jamu kepada masyarakat luas dan dunia internasional. Prestasi ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus berkarya dan membawa nama baik universitas,” tuturnya.
Keberhasilan Muhammad Kabir Ikhsan dan Dysha Assifa Utari di ajang tersebut menjadi capaian mahasiswa Unri dalam kompetisi yang menghubungkan pelestarian budaya dengan pengembangan potensi industri kesehatan. Keduanya diharapkan dapat turut memperluas pengenalan jamu kepada generasi muda dan masyarakat luas. (*)
